Analisis Isi Nilai-Nilai Komunikasi Spiritual Dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa
Keywords:
Komunikasi Spiritual, Film, Analisis Isi, Nilai Religius, Tuhan Izinkan Aku BerdosaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai komunikasi spiritual dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, sebuah karya sinematik yang sarat akan muatan religius dan refleksi spiritual. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis isi, peneliti mengkaji elemen-elemen film seperti narasi, dialog, sinematografi, serta ekspresi visual yang merepresentasikan komunikasi spiritual antara tokoh utama dan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat berbagai bentuk komunikasi spiritual, mulai dari krisis iman, pemberontakan terhadap Tuhan, pencarian makna hidup, hingga transformasi spiritual yang ditandai dengan penerimaan, keikhlasan, dan cinta ilahi tanpa syarat. Nilai-nilai spiritual seperti pertobatan, pengakuan dosa, tawakal, dzikir, dan kesadaran eksistensial tergambar kuat melalui ekspresi tokoh utama, Kiran. Film ini membuktikan bahwa komunikasi spiritual tidak selalu hadir dalam bentuk yang harmonis dan tenang, namun juga bisa muncul dari konflik batin dan penderitaan yang mendalam. Hal ini menguatkan bahwa spiritualitas merupakan pengalaman personal yang dinamis dan kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu komunikasi, khususnya dalam ranah komunikasi spiritual di media massa, serta menjadi bahan refleksi bagi masyarakat dalam memahami relasi manusia dengan Tuhan melalui media visual.
References
Adolph, R. (2016). Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Refleksi Diri (Self Reflection) Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (Skripsi tidak diterbitkan). UIN Raden Intan, Lampung.
Hubeis, M., Kartika, L., & Dhewi, R. M. (2018). Komunikasi Profesional Perangkat Pengembangan Diri. Bogor: PT Penerbit IPB Press.
IAI Tasikmalaya & Jawa Barat (IAIT). (2024). Mencari Kebebasan Dalam Tasawuf: Telaah Kritis Konsep Mahabbah. Hikamia, 4(2), 28-41.
Mulyana, D. (2022). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Y. (2017). Konsep Mahabbah Imam Al-Tustari (200-283 H). Jurnal Kajian Islam, 1(2), 43.
Munawwir, A. W., & Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progressif.
Muniruddin, M. (2021). Komunikasi Spiritual Membentuk Manajemen Jiwa Individu Dan Sosial. Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen, 9(2), 16-21.
Rafsanjanie, F. (2021). Konversi Komunikasi Spiritual Tokoh Utama Mada Dalam Film Haji Backpacker. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Setiawan, B., & Muntaha, A. (2000). Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Sudi, S., Sham, F. M., & Yama, P. (2019). Tawakal Sebagai Elemen Kecerdasan Spiritual Menurut Perspektif Hadis. Jurnal Pengajian Islam, 12(2), 157-167.
Syam, N. W. (2015). Komunikasi Transendental. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Trianton, T. (2013). Film Sebagai Media Belajar. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








